Skip to main content

Posts

Showing posts from 2018

Rindu

Pada akhirnya Rindu memberontak... Meminta pertemuan, Berharap bisa mencuri sedikit detik kesibukanmu Sabar,  itu katamu. . Aku diam,  baiklah. Aku benci Rindu,  tepatnya merindukanmu. Sebab aku tahu KITA sulit bertemu. .  ‌@ainun_mardhiah28 

Diks

Dik,  Jika kelak kau mencariku ditiap sudut hatimu. Dan tidak lagi menemukanku. Jangan sekali-kali bertanya kenapa aku meninggalkanmu.. Aku sama sekali tidak pergi bahkan berfikir meninggalkanmu... Aku masih ada dihatimu bersama puing-puing kesakitan.. Semakin hari semakin kurang pula puingnya.. Hingga akhirnya aku tidak lagi terlihat dihatimu Dik,  Coba kau tengok sikapmu selama ini.. Lihat dimasa lalu, luka apa yang telah kamu berikan kepadaku.  Luka yang ku peroleh bahkan tiap detik bersamamu Cintaku,  ketulusanku perlahan mati karena sikapmu Kamu seenaknya saja mengatakan beri aku kesempatan lagi. Ini bukan ketiga kalinya kamu mengemis. Lalu aku?  Dengan bodohnya memaafkan dan terbuai olehmu. Tapi kali ini aku mencoba mengikhlaskan semuanya.. Terimakasih.. Di penghujung Desember ini,  dipergantian tahun ini. Aku juga ingin pergi,  pamit.  Terimakasih atas 5x Desember bersamamu

1.830 day's with you (H)

Senja ku hari ini sepi dik... Ku angkat kakiku ditembok, kusandarkan kepalaku dilantai Sembari menikmati sudut kamar yang dipenuhi sarang laba-laba Ku buka kembali handphone ku sekiranya ada kabar darimu.. Mungkin ditempat kerjamu sedang sibuk-sibuknya... lalu ku alihkan jemariku memilih salah satu fitur di handphoneku.. Ku buka kembali gambar-gambar tahun 2014 silam.. Haha aku menemukan foto kita berdua dik.. Kira-kira ini kali  pertama kita pergi bersama setelah beberapa bulan bersama. Dengan malu-malu kamu menjemputku.. Dengan wajah memerah aku naik keatas motormu.. Ini kali pertama kita jalan bersama.. . Selama diperjalanan kita tidak banyak bercerita... Aku tahu kamu sedang memutar otakmu.. Menyiapkan pertanyaan yang cocok... Akupun enggan memulai percakapan.. Aku malu  Ahh cukup dulu ceritaku hari ini dik... Semua menghilang setelah pesanmu masuk.. Aku lupa ingin bercerita apa lagi.. Esok akan ku ajak kamu memikirkan tentang apa yang ingin ku tu...

Dik-ku

Mencapai puncak bersama itu tidaklah mudah dik... Jika kelak pada akhirnya kamu memilih memutar arah perjalananmu, aku tidak bisa mengikutimu lebih dari ini dik..  Bukan tidak ingin berjuang bersamamu lagi  

Dik

Dik... Aku tidak menyalahkan perasaanmu dik.. Sebab ku tahu jatuh cinta itu hak semua orang.. Tapi dik,  jika betul hatimu ingin dengannya.. Usaikan dulu kisahmu denganku. Tutup dulu ceritamu bersamaku... Aku tidak akan bersitegang dibersamaimu selamanya... Sebab yang menyakitkan bukan tidak dibersamaimu dik,  tapi hilang sudah perasaanmu denganku... Dik semua perempuan tidak akan ikhlas melepas apa yang mereka miliki kepada orang lain.. Namun jika harus memilih lebih baik tidak dibersamaimu yang tidak ada lagi rasa. Lebih baik melapasmu dengan rasa.. Aku tidak ingin dicintaimu dengan rasa dik,  ia rasa ibahmu terhadap ku yang mencintamu.

Jatuh tapi Bukan Jatuh Cinta

Dik Ini kali pertama aku jatuh terhadapmu Bukan jatuh cinta dik Aku jatuh.. Sesalku dalam gumamku. Andai saja dik aku tidak menaruh hatiku terlalu dalam. Dalam samudera yang telah kita arungi bersama. Sesalku tiada arti lagi. Hatiku tenggelam bersama harapan besar bersamamu. Tapi kadang aku ingin mengucap rasa terimakasihku kepadamu Meski aku tenggelam dalam samudera luka,  air mata menderu membasahi pipi. Sebab karenamu aku tahu sakitnya hujan sebelum datang pelangi.

.

Dik.. Bagaimana kabarmu hari ini? Kulihat di sosial media mu,  sepertinya kamu sibuk memilah-milah yang mana yang kan kamu dekati setelah meninggalkanku.. Apa betul kamu memilih pergi dari ku? Aku ingin menyapanya.. . Dia yang membuatmu berpaling dik... Tapi aku takut,  kamu menggertakku.. Aku memilih diam.. Baru tadi pertemuan itu... Lalu tiba-tiba saja semua berubah... Ah aku ingin memakimu dengan kata sayang yang tertinggal.. Malam itu dik... Hatiku remmuk,  Aku hanya ingin tidur saja semalaman ini.. Esoknya kamu datang,  katanya itu bukan kamu...    Lalu siapa? Dik berhenti bermain-main... Forgive but not forget..  Aku masih bisa memaafkanmu lalu tertawa bersama mu sepanjang hari setelah kejadian itu.  Tapi tidakkah sekali kamu berpikir? Bekasnya masih basah dik.. Lukanya tidak semudah itu mengering. 

1.830 day's with you (A)

Dik,  tiba-tiba aku terpikir... Bagaimana jika ditengah usaha yang kita perjuangkan kita memilih menyerah. Maksudku aku atau kamu meminta mengakhiri segalanya... Tahun-tahun yang dihabiskan bersama... Impian-impian yang telah kita tulis bersama... Masa depan yang telah kita impikan itu,  akankah sehari runtuh dengan kata perpisahan atau keinginan berhenti berjuang? Bagaimana jika suatu saat aku dan kamu sama-sama lelah,  lalu kita tidak lagi menenangkan satu sama lain... Memilih pergi lalu tidak kembali.. Memilih pergi dendam dihati.. Luka mengendap,  kenangan terusik rasanya memuakkan segalanya.. Bagaimana kita bisa bertahan,  mempertahankan komitment yang ada?  Jika kita sudah mencapai titik jenuh bersama..

1830 day's with you (F)

Rasanya ingin melanjutkan kembali, Mengingat kembali..  Bahagia kembali..  Bersama puing-puing kenangan yang lalu dik... Setelah lama terlalu asyik membuat kenangan-kenangan baru... Mari mengingat kembali dik, Haha untuk kedua kalinya  kita memutuskan untuk bersua kembali... Masih malu-malu.. Kamu mempersilahkanku membersamaimu diatas kendaraanmu  yang dulunya masih mengkilap,  debu setitikpun tidak terlihat... Berbeda dengan sekarang,  debu kendaraanmu paling mencolok... Jika ku olok katamu sedang berjuang,  memperjuangkan sesuatu yang memang sedang kita perjuangkan... Kadang-kadang aku risih dik,  waktumu tidak seperti dulu lagi.. Tapi katamu,  semakin kita ingin  bersama dan menetap diatas atap yang sama... Katamu bersabarlah sedikit dinda..  Sebab perjuanganmu berbeda dengan mereka... Itu yang kusukai darimu. .. Kamu tahu tidak?  Disaat kita sedang menata dan membicarakan tentang kita kedepannya..  ...

1830 day's with you

Dik,  kita bertemu 2013 silam... Pipi kita masih merah muda jika saling bertemu... Setahun berkenalan dan hatiku berkenan menerimamu.   Masih malu-malu. .  Setahun kita bertemu sekali... Kamu tahu bagaimana rindu memupuk gejolaknya sendiri? Dik,  2014 kita kembali bersua... Setelah sebulan memutuskan saling mengisi hati berdua.  Tepatnya sebulan setelah berkisah... Bertemu,  masih malu-malu... Menatappun rasanya sangat tidak tahu malu... Hahah,  aku tertawa.  Pipimu memerah.. Kamu tersenyum katamu pipiku memerah. .. Aku tahu itu pertemuan pertama sejak jatuh hati pandangan pertama. .. Aku ingin berlama-lama.. Tapi waktu sudah menunjukkan pukul 3 lewat sekian..  Waktunya pulang ntukku yang masih duduk di bangku SMA. . Kita akhiri pertemuan pertama setelah kita merajut  berkisah. Senyumku mengambang indah,  pipiku merona dan aku tahu aku malu.. Ku lihat kamu memutar kendaraanmu segera berlalu.. Tak lupa basa b...

Hujan

Hari ini hujan... Membuat perut semakin memaksaku untuk makan, lagi dan lagi. . Juga, mengingatkanku dengan keras tentang kamu dan kenangan-kenanganmu..

15 Februari 2018

Semalam , tapatnya pukul 23.45. Amarahmu membuncah... Aku takut, tapi aku bersikap biasa-biasa saja. Agar, aku tidak terbawa arus amarahmu. Kamu mengolok-olok dan menghakimi ku tanpa rasa ampun ataupun belas kasihan.  Seakan kamu akan menerkam hatiku dan memberiku sayatan-sayatan dahsyat. Benar, kamu menerkamnya dan sayatannya masih membekas pagi ini. Aku memilih diam. Aku menunggu amarahmu mereda, maaf aku bukan lagi perempuanmu malam itu. Maaf, sebisaku meredam amarahmu tapi kebencian menguasaimu. Malam itu aku mengemis, lalu pada akhirnya tersungkur dan jatuh sejatuh-jatuhnya. Kebengisanmu menyadarkanku, amarahmu membuatku takut merangkul cintamu lagi Aku mencintaimu, tanpa sadar menyakitimu. Kamu mencinta ku, katamu. Tapi malam itu aku benar-benar tidak melihat ada cinta di balik pesan-pesan singkatmu. Katamu karma sedang menyapaku. Katamu bohongmu adalah karmaku. Dan kataku setia ku adalah bentuk aku memelukmu dan karma yang kamu berikan. Biasanya aku baik-baik...

Milea

Malam ini hatiku risau. Entah kenapa setelah membaca buku-buku kang Pidiq aku takut akan berakhir seperti Milea. Itu saja  Rasanya aku rasakan posisi Milea, hancur pastinya. Bagaimana tidak? Sudah memberi kenyamanan senyaman-nyamannya lalu berakhir naas senaas-naasnya.

Aku

Aku manja katamu.  . Mencangkul halaman depan saja mengeluh. Menyekop kerikir-kerikil dihalaman rumah sudah ngambek. Setiap hari harus ditemani makan dengan ibuku, katamu aku alay. Tidak, sama sekali tidak... Aku menghabiskan waktuku mengeluh, mencari perhatian ibu. . Sebab, kelak aku takut terlalu menyesal saat waktu dimana aku tidak lagi mampu melakukan itu. . Walaupun kita semua tahu, tidak akan pernah puas dengan perhatian ibu kita. Namun, aku sangat berharap waktu itu masih sangat lama.

Hujan penutup Januari

Hujan penutup Januari.. Banyak luka yang hanyut didalammnya.. Kenanganpun tak kalah hebatnya menari..kamu tahu sesuatu yang telah lama terjadi nantinya akan membuatmu senyum-senyum sendiri.. Bersamaan dengan hujan di hari terakhir Januari. Aku ingin melarutkan sedikit dukaku.. Membiarkan air mata bersatu dengan tetesan hujan. .

Aku hanyalah penulis amatiran

Aku hanyalah penulis amatiran. . Menulis jika ingin.. Menulis jika luang... Menulis jika sedih.. Jangan marah padaku.  . Sebab aku hanyalah penulis amatiran... Tulisanku juga tidaklah penting... Tulisanku juga tidaklah bagus.  . Oh ia, aku juga tidaklah pantas disebut penulis.. Sebab tulisanku sama sekali tidak memilikki manfaat.. Namun, sedikitpun aku tidak memikirkan itu. Aku hanya memberitahumu agar tidak menyesalinya.. Semoga kamu berkenan membaca, meski tidak berarti untuk mu.  .setidaknya kamu tahu ada penulis amatir yang ingin namanya ttp hidup

Kamu

Kamu boleh saja mengandalkan setiamu.. Tapi tidak dengan attitude mu.. Kamu bisa saja mengatas namakan cinta.. Tapi tidak ada cinta sekasar dan semenuntut kamu.

Mengapa?

Mengapa harus jatuh cinta? Bukan bangun cinta... Mengapa harus ada tangisan? Jika ada kebahagiaan... Lalu mengapa harus bertemu hanya untuk berpisah? Mengapa harus saling mencintai jika pada akhirnya saling menyakiti ? 15-11-2014

Jarak itu

Jarak itu pekat rasanya, Menyiksa setiap rasa, Mematikan semua harapan dan angan. Aku merindukanmu, betul-betul merindukanmu. Aku bahkan tidak mengerti mengapa sangat merindukanmu.. Bisakah waktu cepat berlalu? Rasanya ingin ku ulang lagi waktu dimana kita bertemu. Cepatlah kembali.. Sunday 19-10-2014

Tanpa judul

Hari ini telah ku niatkan tak lagi mengusikmu, Meskipun kamu tahu itu tidaklah muda seperti yang di bayangkan. Kita sama-sama tahu, dalam pelajaran Bahasa ada happy ending, sad ending dan bad ending Aku tahu kita tak selalu bersama... Aku tahu langkah kita tak selalu berdampingan... Aku tahu tangan tak selamanya saling menggenggam... Berbahagialah dengan pilihanmu... Pilihan yang membuatmu tak lagi merindukan aku.. Yang membuat langkahmu kian jauh dari jangkauan ku.. Tanganmu yang enggan merangkul.. Rindu itu telah ku simpan rapat2 dalam palung jiwa... ~Friday on 05-09-2014 at 05.08

10-01-2014 T.E.A

Mungkin ruang kosong dalam hatimu telah terisi, dengan hadirnya dia yang terlebih dahulu mengenalmu... Rasa-rasanya ingin kembali dimana hanya ada permen dan balon.. Tanpa mengenal cinta serta keperihannya.. . Langkahku kian melelamah dan terhenti pada satu titik. Titik dimana kesadaran begitu menyakitkan bahwa yang mengisi ruang kosong itu bukan aku...

Unknown kesekian

Aku sibuk menggelitik smartphone ku berharap kecewaku reda. Tapi sayank, sabarku tidak kau hargai. Tiba2 terdiam tidak selalu berarti amarah. Diam, berpikir sjnak. Kalimat apa yg patut ku ucapkan agar amarahmu mereda. Namun, otakmu ku rasa penuh dengan prasangka buruk tentangku

Apa Kamu Sudah Menyesal?

Apa mereka sudah tidak berada disisimu lagi? Kamu kesepian bukan? Tidak ada lagi yang mengusikmu... Terlihat sangat jelas... Ingat lagi hari dimana kamu mengabaikanku... Seduku tidak kau peduli.. Lukaku kau hiraukan... Lantas apa yang membuat mu kembali? Kulihat kemarin matamu dan langkahmu mantap meninggalkan aku... Dan saat ternyata kamu tidak menemukan yang kau cari... Maka bersiaplah mencari apa yang kau buang.... Kamu mungkin lupa, tiap kata yang kamu ucapkan untuk menghancurkan ku. Tapi tidak denganku.

Maaf

Maaf ... Kamu ku buat indah dalam karya fiksiku... Itu adalah salah satu caraku melupakanmu dengan indah... Aneh bukan? Kebanyakan orang mati-matian menghilangkan jejak kenangan. Sedangkan aku mengabadikanmu dalam catatan kecil kusamku.. Itu hanya caraku menghargaimu. Yang sudah bertahan di 4 tahun terakhir, melalui segalanya.

Kamu Pernah Sangat Ku Perjuangkan

Kamu masih ingat bukan? Saat aku menangis mengemis agar kamu tidak pergi! Namun, nyatanya kamu tidak bergeming. Dan tetap bersikukuh meninggalkanku. Kamu tidak butuh orang posesif bukan? Lekaslah pergi! Jangan kembali. Sebab aku ingin memberimu hadiah penyesalan. Kamu berkata tanpa memikirkan perasaanku. Lihat sekarang setelah aku tidak lagi bersamamu, kamu mengerti itu bukan posesif. Tapi kekhawatiran berlebihku karena sangat mencintaimu.

Dulu.

Dulu, aku berkali-kali bosan bahkan sangat bosan. Tapi masih bertahan ditengah-tengah kejenuhan yg ada. Sebab, bertahan dan berjuang di angka 4 bukanlah hal yg mudah. Tapi lihat siapa yg berhenti lebih awal? Lihat saja... Diluar sana ada begitu banyak yang sangat menyesal dengan keputusan yang di ambil hanya karena tidak bersabar dengan keadaan Kamu kembali dengan penyesalan, mungkin dia telah berlalu dengan kelegaan. Wanita berubah sangat cepat saat mereka terluka sangat dalam.

Kamu

Kamu, yang mengabaikan terlebih dahulu. Lalu, melimpahkan kesalahan padaku seorang diri. Bagiamana? Ku harus menyikapi keogoisan mu yang selama ini menyakiti. Haruskah kehilangan menjadi peringatan akan hati yang selama ini tersakiti.

Aku Masih Menunggumu

Karya : AinunMardhiah 2013 Mengisahkan seorang pria yang menyukai wanita bernama Azurah, berbagai cara Bagas mendekati Azurah, dengan cara meminta nomer telepon Azurah lewat sahabat Azurah yang kebetulan pacar dari temannya, seiring berjalannya waktu Azurah mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari cara Bagas memerhatikannya, tatapannya, dan tingkahlakunya. Namun Azurah tidak terbebani sedikitpun karna Azurah juga merasakan hal yang sama dngan Bagas, dengan sinyal yang diberikan Azurah kepada Bagas yang menandakan dia juga merasakan hal yang sama dengannya, pada suatu hari BAgas memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Azura, namun Azurah tidak langsung menerima cintanya, tapi dia memberi waktu   untuk menegenali BAgas lebih jauh, setelah satu bulan terlewat iuntuk menilai Bagas dan dia mulai percaya, akhirnya Azurah menerima Bagas menjadi kekasihnya, hari demi hari mereka lewati dengan kebahagian, Bagas yang selalu perhatian dengan Azurah membuat Azurah semakin meny...

Aku

Aku adalah sisa-sisa sajak dari rasamu, puing2 dari ragamu. Sesak berkepanjangan. Mencari keutuhan rasa dan ragamu. Kakiku kini melemah. Tanganku tak lagi mampu    meraihmu. Ragamu kini semakin jauh tuk ku raih hingga kakiku tak lagi mampu mengejarmu. Kamu terlalu jauh, hingga kau berbalik kau tak lagi mendapatiku dengan puing2 kekosongan dan kesakitan. 31.03.17 @Perwil

Hujan di Januari

Hujan di Januari  . sesuatu yg kedengarannya menyentuh jiwa dikalangan remaja. saya sangat suka hujan, sampai2 takut. tiap genangannya mampu membuyarkan dan mencabik-cabik kenangan. Hujan di jum'at pagi januari,  ada harap harap cemas dari si jantung hati. Kenangannya tajam dan kuat menyiksa rindu dan kenangan. saya tidak pernah menang dari hujan di januari Ini tahun keempat kita bersama hujan di Januari Mampukah ? Mengakhiri semua di hujan keempat Januari  kita? empat, angka yg masih kecil bukan? argh enyahlah kau dari semua kenangan hujan di Januari.