Skip to main content

1830 day's with you (F)

Rasanya ingin melanjutkan kembali,
Mengingat kembali.. 
Bahagia kembali.. 
Bersama puing-puing kenangan yang lalu dik...
Setelah lama terlalu asyik membuat kenangan-kenangan baru...
Mari mengingat kembali dik,
Haha untuk kedua kalinya  kita memutuskan untuk bersua kembali...
Masih malu-malu..
Kamu mempersilahkanku membersamaimu diatas kendaraanmu  yang dulunya masih mengkilap,  debu setitikpun tidak terlihat...
Berbeda dengan sekarang,  debu kendaraanmu paling mencolok...
Jika ku olok katamu sedang berjuang,  memperjuangkan sesuatu yang memang sedang kita perjuangkan...
Kadang-kadang aku risih dik,  waktumu tidak seperti dulu lagi..
Tapi katamu,  semakin kita ingin  bersama dan menetap diatas atap yang sama...
Katamu bersabarlah sedikit dinda.. 
Sebab perjuanganmu berbeda dengan mereka...
Itu yang kusukai darimu. ..
Kamu tahu tidak? 
Disaat kita sedang menata dan membicarakan tentang kita kedepannya.. 
Aku terkadang ingin menangis...
Masa mudamu tidak kamu gunakan untuk berfoya-foya.. 
Aku ingin sekali membelikanmu baju mewah,  celana yang rapi. 
Maaf,  aku masih menempuh pendidikanku.  Belum bekerja...
Berkali-kali sudah ku katakan sudahi semua perjuanganmu...
Matamu tajam,  entah itu amarahmu atau pilumu..
Ku katakan lagi,  mengapa tidak mencari yang lain saja?
Meski aku berharap jawabanmu sedikit romantis atau bahkan mengIYAkan perintahku untuk mencari yang lain.
Jawabmu,  merangkak,  berjuang dan berjalan bersamaku sangat indah. 
Aku sedikit bersyukur mengingat kamu tidak pernah pergi meski diluar sana sangat banyak yang ingin dibersamaimu. 
Jika aku memujimu,  sesekali kamu menjawab: 5 tahun bukan waktu yang singkat,   Menjalani kebahagian,  keterpurukan,  dan keegoisaan bersama.
Sesekali kamu memujiku bahwa kamu tahu diluar sana ada yang menginginkanku,  kamu merasa beruntung dibersamaiku...
Aku tersipu..  Aku berbisik dibersamaimu selama 5 tahun rasanya nano-nano.. 
Kamu memekik,  haha jangan ada iklan diantara kita. ..
____

Comments