Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2018

Hujan penutup Januari

Hujan penutup Januari.. Banyak luka yang hanyut didalammnya.. Kenanganpun tak kalah hebatnya menari..kamu tahu sesuatu yang telah lama terjadi nantinya akan membuatmu senyum-senyum sendiri.. Bersamaan dengan hujan di hari terakhir Januari. Aku ingin melarutkan sedikit dukaku.. Membiarkan air mata bersatu dengan tetesan hujan. .

Aku hanyalah penulis amatiran

Aku hanyalah penulis amatiran. . Menulis jika ingin.. Menulis jika luang... Menulis jika sedih.. Jangan marah padaku.  . Sebab aku hanyalah penulis amatiran... Tulisanku juga tidaklah penting... Tulisanku juga tidaklah bagus.  . Oh ia, aku juga tidaklah pantas disebut penulis.. Sebab tulisanku sama sekali tidak memilikki manfaat.. Namun, sedikitpun aku tidak memikirkan itu. Aku hanya memberitahumu agar tidak menyesalinya.. Semoga kamu berkenan membaca, meski tidak berarti untuk mu.  .setidaknya kamu tahu ada penulis amatir yang ingin namanya ttp hidup

Kamu

Kamu boleh saja mengandalkan setiamu.. Tapi tidak dengan attitude mu.. Kamu bisa saja mengatas namakan cinta.. Tapi tidak ada cinta sekasar dan semenuntut kamu.

Mengapa?

Mengapa harus jatuh cinta? Bukan bangun cinta... Mengapa harus ada tangisan? Jika ada kebahagiaan... Lalu mengapa harus bertemu hanya untuk berpisah? Mengapa harus saling mencintai jika pada akhirnya saling menyakiti ? 15-11-2014

Jarak itu

Jarak itu pekat rasanya, Menyiksa setiap rasa, Mematikan semua harapan dan angan. Aku merindukanmu, betul-betul merindukanmu. Aku bahkan tidak mengerti mengapa sangat merindukanmu.. Bisakah waktu cepat berlalu? Rasanya ingin ku ulang lagi waktu dimana kita bertemu. Cepatlah kembali.. Sunday 19-10-2014

Tanpa judul

Hari ini telah ku niatkan tak lagi mengusikmu, Meskipun kamu tahu itu tidaklah muda seperti yang di bayangkan. Kita sama-sama tahu, dalam pelajaran Bahasa ada happy ending, sad ending dan bad ending Aku tahu kita tak selalu bersama... Aku tahu langkah kita tak selalu berdampingan... Aku tahu tangan tak selamanya saling menggenggam... Berbahagialah dengan pilihanmu... Pilihan yang membuatmu tak lagi merindukan aku.. Yang membuat langkahmu kian jauh dari jangkauan ku.. Tanganmu yang enggan merangkul.. Rindu itu telah ku simpan rapat2 dalam palung jiwa... ~Friday on 05-09-2014 at 05.08

10-01-2014 T.E.A

Mungkin ruang kosong dalam hatimu telah terisi, dengan hadirnya dia yang terlebih dahulu mengenalmu... Rasa-rasanya ingin kembali dimana hanya ada permen dan balon.. Tanpa mengenal cinta serta keperihannya.. . Langkahku kian melelamah dan terhenti pada satu titik. Titik dimana kesadaran begitu menyakitkan bahwa yang mengisi ruang kosong itu bukan aku...

Unknown kesekian

Aku sibuk menggelitik smartphone ku berharap kecewaku reda. Tapi sayank, sabarku tidak kau hargai. Tiba2 terdiam tidak selalu berarti amarah. Diam, berpikir sjnak. Kalimat apa yg patut ku ucapkan agar amarahmu mereda. Namun, otakmu ku rasa penuh dengan prasangka buruk tentangku

Apa Kamu Sudah Menyesal?

Apa mereka sudah tidak berada disisimu lagi? Kamu kesepian bukan? Tidak ada lagi yang mengusikmu... Terlihat sangat jelas... Ingat lagi hari dimana kamu mengabaikanku... Seduku tidak kau peduli.. Lukaku kau hiraukan... Lantas apa yang membuat mu kembali? Kulihat kemarin matamu dan langkahmu mantap meninggalkan aku... Dan saat ternyata kamu tidak menemukan yang kau cari... Maka bersiaplah mencari apa yang kau buang.... Kamu mungkin lupa, tiap kata yang kamu ucapkan untuk menghancurkan ku. Tapi tidak denganku.

Maaf

Maaf ... Kamu ku buat indah dalam karya fiksiku... Itu adalah salah satu caraku melupakanmu dengan indah... Aneh bukan? Kebanyakan orang mati-matian menghilangkan jejak kenangan. Sedangkan aku mengabadikanmu dalam catatan kecil kusamku.. Itu hanya caraku menghargaimu. Yang sudah bertahan di 4 tahun terakhir, melalui segalanya.

Kamu Pernah Sangat Ku Perjuangkan

Kamu masih ingat bukan? Saat aku menangis mengemis agar kamu tidak pergi! Namun, nyatanya kamu tidak bergeming. Dan tetap bersikukuh meninggalkanku. Kamu tidak butuh orang posesif bukan? Lekaslah pergi! Jangan kembali. Sebab aku ingin memberimu hadiah penyesalan. Kamu berkata tanpa memikirkan perasaanku. Lihat sekarang setelah aku tidak lagi bersamamu, kamu mengerti itu bukan posesif. Tapi kekhawatiran berlebihku karena sangat mencintaimu.

Dulu.

Dulu, aku berkali-kali bosan bahkan sangat bosan. Tapi masih bertahan ditengah-tengah kejenuhan yg ada. Sebab, bertahan dan berjuang di angka 4 bukanlah hal yg mudah. Tapi lihat siapa yg berhenti lebih awal? Lihat saja... Diluar sana ada begitu banyak yang sangat menyesal dengan keputusan yang di ambil hanya karena tidak bersabar dengan keadaan Kamu kembali dengan penyesalan, mungkin dia telah berlalu dengan kelegaan. Wanita berubah sangat cepat saat mereka terluka sangat dalam.

Kamu

Kamu, yang mengabaikan terlebih dahulu. Lalu, melimpahkan kesalahan padaku seorang diri. Bagiamana? Ku harus menyikapi keogoisan mu yang selama ini menyakiti. Haruskah kehilangan menjadi peringatan akan hati yang selama ini tersakiti.

Aku Masih Menunggumu

Karya : AinunMardhiah 2013 Mengisahkan seorang pria yang menyukai wanita bernama Azurah, berbagai cara Bagas mendekati Azurah, dengan cara meminta nomer telepon Azurah lewat sahabat Azurah yang kebetulan pacar dari temannya, seiring berjalannya waktu Azurah mulai merasakan sesuatu yang berbeda dari cara Bagas memerhatikannya, tatapannya, dan tingkahlakunya. Namun Azurah tidak terbebani sedikitpun karna Azurah juga merasakan hal yang sama dngan Bagas, dengan sinyal yang diberikan Azurah kepada Bagas yang menandakan dia juga merasakan hal yang sama dengannya, pada suatu hari BAgas memutuskan untuk menyatakan perasaannya pada Azura, namun Azurah tidak langsung menerima cintanya, tapi dia memberi waktu   untuk menegenali BAgas lebih jauh, setelah satu bulan terlewat iuntuk menilai Bagas dan dia mulai percaya, akhirnya Azurah menerima Bagas menjadi kekasihnya, hari demi hari mereka lewati dengan kebahagian, Bagas yang selalu perhatian dengan Azurah membuat Azurah semakin meny...

Aku

Aku adalah sisa-sisa sajak dari rasamu, puing2 dari ragamu. Sesak berkepanjangan. Mencari keutuhan rasa dan ragamu. Kakiku kini melemah. Tanganku tak lagi mampu    meraihmu. Ragamu kini semakin jauh tuk ku raih hingga kakiku tak lagi mampu mengejarmu. Kamu terlalu jauh, hingga kau berbalik kau tak lagi mendapatiku dengan puing2 kekosongan dan kesakitan. 31.03.17 @Perwil

Hujan di Januari

Hujan di Januari  . sesuatu yg kedengarannya menyentuh jiwa dikalangan remaja. saya sangat suka hujan, sampai2 takut. tiap genangannya mampu membuyarkan dan mencabik-cabik kenangan. Hujan di jum'at pagi januari,  ada harap harap cemas dari si jantung hati. Kenangannya tajam dan kuat menyiksa rindu dan kenangan. saya tidak pernah menang dari hujan di januari Ini tahun keempat kita bersama hujan di Januari Mampukah ? Mengakhiri semua di hujan keempat Januari  kita? empat, angka yg masih kecil bukan? argh enyahlah kau dari semua kenangan hujan di Januari.