Kamu, yang mengabaikan terlebih dahulu.
Lalu, melimpahkan kesalahan padaku seorang diri.
Bagiamana? Ku harus menyikapi keogoisan mu yang selama ini menyakiti.
Haruskah kehilangan menjadi peringatan akan hati yang selama ini tersakiti.
Kamu, yang mengabaikan terlebih dahulu.
Lalu, melimpahkan kesalahan padaku seorang diri.
Bagiamana? Ku harus menyikapi keogoisan mu yang selama ini menyakiti.
Haruskah kehilangan menjadi peringatan akan hati yang selama ini tersakiti.
Comments
Post a Comment