Dik, tiba-tiba aku terpikir...
Bagaimana jika ditengah usaha yang kita perjuangkan kita memilih menyerah.
Maksudku aku atau kamu meminta mengakhiri segalanya...
Tahun-tahun yang dihabiskan bersama...
Impian-impian yang telah kita tulis bersama...
Masa depan yang telah kita impikan itu, akankah sehari runtuh dengan kata perpisahan atau keinginan berhenti berjuang?
Bagaimana jika suatu saat aku dan kamu sama-sama lelah, lalu kita tidak lagi menenangkan satu sama lain...
Memilih pergi lalu tidak kembali..
Memilih pergi dendam dihati..
Luka mengendap, kenangan terusik rasanya memuakkan segalanya..
Bagaimana kita bisa bertahan, mempertahankan komitment yang ada?
Jika kita sudah mencapai titik jenuh bersama..
Comments
Post a Comment