Senyum terukir mengambang.
Membuat wajah bulat itu Nampak tegar.
Cucuran keringat berjejer dikeningnya.
Sinar matanya menutupi sayu mata lelahnya.
Aku memanggilnya sang pekerja keras.
Aku memaknai dirinya pelipur lara.
Aku menyimpannya sebagai sahabat sejatiku.
Yang melahirkanku,
yang akan tersenyum kelak menimang cucu dari rahimku.
Yang membesarkanku, yang akan
tersenyum kelak ketika aku mengomel membesarkan bidadari kecilku. yang akan mencubit lembut pipiku
kelak ketika aku mencubit manja bidadari kecilku. Yang akan tetap tersenyum meski aku
berkali-kali gagal.
Sahabat seajatiku yang pekerja keras.
Yang kesehariannya menggeluti kertas-kertas laporan yang
menari indah dimatanya.
Yang setiap pagi membangunkanku mengejar cita-citaku.
Yang akan selalu setia merangkulku disaat aku terjatuh dan
terkalahkan.
Untukmu sang pekerja keras.
Untukmu sahabat sejatiku.
Untukmu ibuku.
Terimakasih untuk semua yang kau berikan.
Tulisanku tidaklah indah seperti senyummu di tiap hariku..
Tulisanku tidaklah menarik seperti dongeng-dongeng yang
sering kau ceritakan.
kata-kata dari tulisanku tak sehangat belaianmu.
untukmu malaikat ku.
aku menyayangimu.
Comments
Post a Comment