Kata mereka, aku hanyalah seorang bocah ingusan yang
tak memiliki masa depan.
Bagi mereka aku hanyalah salah satu dari banyak
sampah jalanan yang mereka lintasi dijalan.
Kata mereka, ambisi mereka begitu indah dengan harta
yang merek miliki,
Bagi mereka ambisiku tidak lebih dari angan-angan
yang tidak mungkin tercapai.
Kata mereka, kehidupan
begitu berpihak dengan adanya kendaraan mewah berodakan empat dan perhiasan
yang begitu menyilaukan mataku.
Bagi mereka aku tidak
lebih dari anak jalanan bodoh yang tidak memiliki harapan ntuk hidup ditengah
kemiskinanku.
Kata mereka, negeri ini
tak akan bersimfoni tanpa adanya tertawaan mereka meledak kaum gembel seperti
aku.
Bagi mereka aku
hanyalah robot yang dijadikan sumber kebahagain mereka.
Kata mereka, mereka
terlahir ntuk menguasai dunia dengan kesombongan dan keangkuhan mereka.
Dan hinaan yang sama
aku hanyalah setitik debu yang menghalangi penglihatannya.
Dan sekali lagi mereka
menyakitiku dengan hinaan mereka.
Tak apa dengan
kemiskinan yang memenuhi sekitar dan kehidupanku.
Tidak apa dengan pakain
kumuhku yang menjijikkan bagi kalangan mereka.
Tidak apa bagi mereka
aku tak punya secercah harapan untuk mengubah nasibku.
Tak apa mereka
menghinaku sebagaimana kesenangan mereka.
Tak apa asalkan aku
tidak menyakiti sesamaku.
Jika aku kelak menjadi
orang besar, aku akan membuat mereka terpukul keras atas hinaannya.
Jika kelak aku
mengalahkan mobil mewah mereka aku akan mengatakan pada mereka berhenti memberi
luka pada kalangan bawah.
Karna segores luka yang
kau beri, akan menjadi satu tekad yang akan membuatmu tertunduk malu atas hinanmu.
Karna kelak kau akan
sadar Tuhanmu lebih besar dari ambisi dan kesombonganmu.
Comments
Post a Comment